Thursday, December 29, 2016

[Review] MORNING BREEZE – Viera Fitani



Penerbit : Elex Media
Genre : Romance, Fksi
Kategori : Adult, Wattpad
Terbit : 2015
Tebal : 257 hlm
ISBN : 978 – 602 – 02 – 5983 – 3
Harga : Rp. 47.800

Dinasty Safrina masih memegang janji kekasihnya. Dia tetap menunggunya kembali meski hampir setahun tak ada kabar sama sekali dari Dirga.
Semua orang memina Dinasty melupakan Dirga, namun tidak mudah, atau mungkin Dinasty memang tidak ingin meninggalkan Dirga.
Saat di depan matanya, seorang dokter tampan begitu menggoda hatinya, Dinasty bersih keras untuk tidak jatuh cinta. Dia bertekat untuk setia pada Dirga. Namun, godaan itu begitu sulit dihindari.
Dinasty mengatakan pada Fabian bahwa dirinya masih memiliki kekasih dan dia masih mencintainya. Tapi, itu bukan sesuatu yang mampu membuat Dokter Fabian berhenti berusaha. Dia berniat merebut Dinasty dari kekasihnya.
“Sampaikan pesan saya buat pacar kamu, kalau dia lengah, pacarnya bisa berpindah tangan dengan kecepatan cahaya.” – Fabian – hlm. 18

Namun, bagaimana jika kekasih Dinasty kembali? Dan, apa yang harus Fabian lakukan saat tahu siapa sebenarnya Dirga? Masihkah dia berniat merebut Dinasty?

Morning Breeze, setelah membaca novel pertama dan kedua Viera Fitani, aku berusaha mendapatkan novelnya yang lain. Namun, entah karena aku membacanya dalam waktu lama dan sepenggal-sepenggal – aku jadi kurang menikmati alur ceritanya.
Sebenarnya, dalam gaya bahasa, aku masih menyukainya. Namun, masalah dan penyelesaian yang gampang ditebak, mengurangi nikmatnya. Akan lebih baik kalau Dirga tak punya hubungan apapun dengan Fabian.
Dan, aku lebih jatuh cinta pada sosok Dirga dari pada Fabian. Entah, karena belakangan sedang tertarik dengan cowok bersegaram. Bocoran, nih, Dirga itu TNI dengan jabatan yang cukup oke.
Aku merasa novel ini tidak semenantang dua novel sebelumnya. Itu saja sih kelemahannya. Untuk lainnya, masih oke.
Untuk karakter, semua karakter dibangun dengan baik. Dinasty tetap wanita biasa yang akan bingung jika berada di posisi seperti itu. Ini dua cowok sama-sama menggiurkan. Tapi, kalo aku kayanya milih Dirga. Punya suami kayak Fabian yang pesonanya bertebaran kemana-mana sampai-sampai para pasien nggak sakit pun, dibela-belain datang padanya sekedar tebar pesona. Aduh, itu beneran mengerikan.
Fabian sih kalem saja. Tapi namanya manusia, kali aja akhirnya dia khilaf juga. Duh, negatif banget pikiranku!
Fabian memang mempesona, tapi dia bukan cowok tebar pesona. Juga bukan cowok yang menggunakan ketampanannya untuk mengantongi cewek-cewek yang naksir padanya. Dia cowok baik sebenarnya, juga mengasyikan. Jadi, jangan salahkan Dinasty kalau akhirnya dia terjerat juga. Kalau sampai Dinasty tak kena pesonanya, aku malah merasa dia nggak normal.
Dirga, kepergiannya memang masuk akal. Tapi, alasan kenapa dia tak bisa menghubungi Dinasty itu yang rada nggak pas. Kalau ponsel hilang, dia kan masih punya kontak ibunya. Dia tinggal minta tolong ibunya mencari suster bernama Dinasty di rumah sakit miliknya, lalu minta ibunya mengabarkan keberadaannya. Gampangkan? Nama Dinasty juga bukan nama pasaran. Dimana keberadaan Dinasty juga gampang dicari.
Tapi, akhirnya semua indah pada waktunya, kok. *pasaran banget bahasaku, abaikan*
Rating untuk novel ini 2,6 dari 5 bintang.


1 comment:

 

Jejak Langkahku Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos